INFO
PAWAI BUDAYA: Sabtu, 22 Agustus 2026 di Lapangan Desa Kalak. Wajib diikuti seluruh guru, staf dan murid. Kelas I–II wajib didampingi orang tua/wali.

Sejarah Singkat

Berawal dari Semangat Pendidikan Islam Masyarakat Desa Kalak

MIN 4 Pacitan merupakan salah satu lembaga pendidikan dasar Islam di Kabupaten Pacitan yang memiliki sejarah panjang dalam pengabdian kepada masyarakat. Perjalanan madrasah ini berawal dari semangat masyarakat Desa Kalak untuk memberikan pendidikan agama kepada generasi penerus.

Pada tahun 1927, pendidikan Islam di Desa Kalak mulai diselenggarakan secara sederhana di sebuah musala yang didirikan oleh Kiai Senin Marwi. Proses pembelajaran pada masa itu menggunakan sistem tradisional sorogan, yaitu peserta didik belajar secara bergiliran dengan membaca atau menyampaikan materi secara langsung di hadapan guru.

Seiring bertambahnya kebutuhan dan minat masyarakat terhadap pendidikan, sistem pembelajaran berkembang dari pola tradisional menjadi sistem klasikal. Lembaga pendidikan tersebut kemudian dikenal dengan nama Sekolah Arab.

Dari Sekolah Arab Menuju Madrasah Ibtidaiyah

Kurang lebih sepuluh tahun kemudian, Sekolah Arab berkembang menjadi Sekolah Diniyah. Pada masa tersebut, pembelajaran menggunakan kurikulum yang disusun secara mandiri dengan berbagai mata pelajaran keagamaan, antara lain membaca Al-Qur’an, menulis Arab, Ilmu Tajwid, Ilmu Fikih, dan Ilmu Tauhid.

Dalam perjalanan berikutnya, lembaga ini kembali mengalami perubahan nama menjadi Sekolah Rendah Islam (SRI). Dua tahun kemudian, nomenklaturnya berubah menjadi Madrasah Rendah Islam (MRI). Pada masa MRI, terdapat ciri khas dalam penyelenggaraan pendidikan, salah satunya adalah hari Jumat sebagai hari libur.

Perkembangan pendidikan nasional dan kebijakan pendidikan keagamaan kemudian membawa perubahan penting. Pada tahun 1962, MRI berubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kurikulum pendidikan mulai mengacu pada kurikulum Departemen Agama, dengan tetap mempertahankan pendidikan agama Islam serta menambahkan berbagai mata pelajaran umum.

Perubahan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan lembaga. Dari waktu ke waktu, MI terus berkembang, baik dari sisi penyelenggaraan pendidikan, kepercayaan masyarakat, maupun kualitas layanan pendidikan.

Menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri

Perkembangan yang semakin pesat akhirnya mengantarkan lembaga ini memperoleh status sebagai Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kalak pada tahun 1997, berdasarkan Surat Keputusan Nomor 67/Kanwil/Depag/Jawa Timur.

Perubahan status menjadi madrasah negeri menjadi babak baru dalam perjalanan pendidikan di Desa Kalak. MIN Kalak terus berkembang dengan memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, serta mengembangkan berbagai program pendidikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.

Dari MIN Kalak Menjadi MIN 4 Pacitan

Dalam rangka penataan nomenklatur madrasah negeri di Provinsi Jawa Timur, nama Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kalak Kabupaten Pacitan kemudian mengalami perubahan menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Pacitan.

Perubahan nomenklatur tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 673 Tahun 2016 tentang Perubahan Nama Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri, dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Provinsi Jawa Timur.

Sejak ditetapkannya nomenklatur tersebut, MIN 4 Pacitan menjadi identitas resmi lembaga hingga saat ini. Nama baru tersebut tidak menghapus sejarah MIN Kalak, tetapi justru menjadi bagian dari kesinambungan perjalanan panjang pendidikan Islam di Desa Kalak.

Melanjutkan Perjuangan, Menatap Masa Depan

Lebih dari sekadar perubahan nama dan status kelembagaan, perjalanan MIN 4 Pacitan merupakan cerminan dari semangat masyarakat dalam membangun pendidikan Islam yang berkelanjutan.

Dari sebuah musala sederhana dengan sistem sorogan pada tahun 1927, lembaga ini tumbuh melalui berbagai fase: Sekolah Arab → Sekolah Diniyah → Sekolah Rendah Islam (SRI) → Madrasah Rendah Islam (MRI) → Madrasah Ibtidaiyah (MI) → MIN Kalak → MIN 4 Pacitan.

Perjalanan tersebut menjadi warisan berharga sekaligus amanah bagi generasi penerus. MIN 4 Pacitan berkomitmen untuk terus melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan menghadirkan pendidikan yang religius, berkualitas, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan berorientasi pada masa depan peserta didik.

Dengan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan akar sejarah yang kuat, MIN 4 Pacitan terus melangkah untuk membangun generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

Dari musala sederhana pada tahun 1927, tumbuh menjadi madrasah negeri yang terus mengabdi untuk generasi.

Butuh info lebih lanjut?